Rabu, 24 Januari 2018

Aqiqah Menurut Islam, Lengkap dengan Penjelasan Tata Caranya

Wahai anda umat Islam, pasti tidak asing dengan istilah aqiqah ini. Aqiqah adalah salah satu sunnah dari Rasulullah SAW. Momen-momen aqiqah selalu berkaitan dengan lahirnya bayi sebagai penghuni dunia yang baru. Biasanya aqiqah identik dengan syukuran atas kelahiran. Benarkah demikian? Langsung kita lihat penjelasan tentang aqiqah menurut islam.

Aqiqah Sebagai Wujud Rasa Syukur

Aqiqah, atau di Indonesia biasa disebut akikah adalah pengurbanan hewan yang diatur dalam syariat islam, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Aqiqah dan qurban memiliki makna yang hampir sama, yaitu sama-sama sebagai bentuk rasa syukur. Perbedaan utamanya adalah waktu pelaksanaan, dimana aqiqah dilaksanakan setelah bayi lahir sementara qurban hanya pada hari raya Idul Adha.

Terdapat dalil naqli / ayat alquran tentang aqiqah dan qurban, yaitu pada QS. Al Kautsar ayat 2 yang artinya,

Hukum Aqiqah Menurut Islam

Menurut pendapat jumhur para ulama, hukum aqiqah untuk anak adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Rasulullah SAW sendiri juga melakukan aqiqah, yaitu kepada kedua cucunya. Seperti sabdanya yang artinya,

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Banyak sekali hadits tentang aqiqah dalam islam yang dapat kita pelajari untuk lebih mengetahui tentang aqiqah. Hadits-hadits tersebut membantu menjelaskan tata cara pelaksanaan aqiqah agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

1. Syarat dan Jumlah Hewan Aqiqah

Sebagaimana hewan Qurban, hewan yang digunakan untuk aqiqah juga memiliki syarat yang sama, yaitu:
• Kambing: Sempurna (tidak cacat), berusia 1 tahun
• Domba: Sempurna, berusia 6 bulan
• Sapi: Sempurna, berusia 2 tahun
• Unta: Sempurna, usia 5 tahun
• Daging tidak boleh dijual

Jumlah hewan aqiqah untuk kambing dan domba adalah sebanyak dua untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Namun jika hanya satu kambing untuk laki-laki tidak masalah, tapi kurang sempurna. Untuk sapi dan unta jumlahnya hanya 1 untuk masing-masing anak, tetapi boleh jika aqiqah hanya dengan kambing. Rasulullah SAW bersabda,
2. Waktu Pelaksanaan
Waktu yang paling utama dalam melaksanakan aqiqah dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya,
Meskipun begitu, tidak apa apa bila tidak melaksanakan aqiqah karena tidak mampu. Jika sang anak sudah dewasa maka sangat dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah, sebagai pertanda telah lepas dari kekangan jin yang ada bersamanya ketika lahir.

3. Hal-hal yang Mengiringi Aqiqah
Aqiqah tidak dilaksanakan sendiri, tetapi diiringi dengan kegiatan-kegiatan lain dalam menyambut kelahiran bayi,. Rasulullah SAW bersabda yang artinya,
Kemudian setelah memotong rambut, dianjurkan untuk melakukan tahnik, yaitu memasukkan sesuatu yang manis ke dalam mulut bayi seperti kurma yang sudah dikunyah.

4. Bid'ah dalam aqiqah
Beberapa hal yang menjadi bid’ah ketika melaksanakan aqiqah adalah melebihkan jumlah hewan aqiqah, mengadakan ritual-ritual diluar syariat islam. Jika hanya melebihkan hewan itu tidak masalah. Akan tetapi jika sampai melakukan ritual diluar syariat islam maka itu tidak boleh dilaksanakan dan masuk dalam kategori syirik.

Telah kita simak penjelasan mengenai aqiqah menurut islam, yang ternyata hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Jadi bagi anda yang mampu, maka ber aqiqah lah karena banyak keutamaannya disana.


EmoticonEmoticon